Rabu, 29 September 2010

Marilah Melihat ku

Aku memiliki cinta yang tak bisa pupus, meski pernah ku usahakan. Cinta itu tak bisa mati, betapa pun sebuah lembaga perkawinan dan norma - norma telah memaksa ku berdiri nun jauh di luar pagar.
Cinta itu tak pernah ku undang. Tak pernah ku persiapkan kelahirannya. Tak pernah ku mohon - mohonkan kehadirannya pada siapa pun.
Jadi salahkah aku, jika cinta itu bersemayam begitu saja di dalam hati? Cinta itu merdeka. memilih tumbuh dan berkembang di tempat yang diinginkannya. Aku tak kuasa membusukkannya. Sebab ia memiliki rohnya sendiri...
Aku tau kondisiku. Juga kondisi di luar sana.
Maka adalah bohong jika aku tak pernah merasa terganggu oleh duri yang menancap tajam dan menyertai langkahku.
Aku bisa merasakan nyeri begitu nyeri. Juga cemas yang begitu mencemaskan. Sebab, meski cinta yang kumiliki merdeka, tidak demikian halnya dengan AKU.
Bagaimana caraku memerdekakan diriku agar bisa mengeyam cinta yang begitu merdeka dan indah? Berjuang sampai tetes darah penghabisan bak pejuang kemerdekaan demi bangsa dan negara?
Memperjuangkan dari apa? Dari cinta dan pemilik lain yang jelas - jelas legal di mata Tuhan, hukum dan masyarakat?
Jika aku bilang ya, berarti aku sudah tidak waras.
Jika aku bilang tidak, berarti aku harus bersiap - siap menjadi gila.
Kadang aku selalu memikirkan hubungan kami, tapi kenapa harus selalu memikirkan hal yang susah - susah dan ruwet. Toh hubungan kami juga sudah susah.
Waktu yang kami miliki terlalu berharga untuk diisi dengan pembicaraan yang kami tau memang sulit.
jadi mengapa tak kami nikmati saja kebersamaan ini?
Akhirnya jadi memang selalu begitu. Kami enggan memikirkan hal - hal di luar sana yang sebenarnya sangat mengganggu ku.
Aku hanyut bersamanya...
Tak memedulikan aturan dan beberapa hati yang pasti tersakiti....



Sabtu, 25 September 2010

Huft...!!!

Bukan satu - dua orang yang berpendapat sama.
Lebih baik merelakan saja toh hati dan cintanya tetap kumiliki. perempuan itu hanya memiliki tubuhnya, tapi bukan hati dan cintanya.

Tapi apa arti hati tanpa tubuh??? Jelaskan padaku bagaimana cara memaknai hal yang absurd ini.
Aku mencintainya, dia mencintaiku. Itu rasa.
Tapi selain rasa, ada hal - hal yang dibutuhkan untuk mengikat rasa. Aku butuh tubuh yang bisa ku peluk, telinga yang bisa mendengar keluh kesahku, lengan yang merangkul saat aku butuh dukungan. Aku butuh dia di dekat ku.

Apa yang bisa ku lakukan dengan "hati dan cinta" tapi hanya mencumbui bayang - bayang yang terus ada dalam khayalku. Kalau bukan gila, mungkin ini sudah merupakan tanda - tandanya.
Jadi, jangan pernah memintaku untuk ikhlas hidup hanya dengan "hati dan cinta".
Karena aku tidak mau masuk rumah sakit jiwa.

Jumat, 17 September 2010

Menjadi Baru

Siapa tak ingin menjadi baru
Aku pun ingin menjadi baru
yang dapat menggapai titik maksimal kekuatan diri
Menjadi baru menjadi lebih berarti
menjelma menjadi sosok berharga
yang tahu bagaimana harus memilih dan berdiri sendiri
Bisakah aku hidup tanpa beban?
Dapatkan aku bersinar terang?
Layaknya dewi penghuni pesona
Selalu ditunggu, tak pernah menunggu
Mimpiku menjadi baru
Tak segan meninggalkan segala keburukan
Menyelami kepribadian jiwa
Mengenal diri sampai titik terendah
Menjadi baru dan terlahir kembali
Butuh proses serta bongkar pasang
Membangun kembali diri lewat daya upaya
AKU PASTI BISA MENJADI BARU

Entah. . .

Aku juga telah berharap
Namun tak ingin jadi pengecut
Yang selalu berlari dan tak ingin kembali

Jadi apa yang bisa kulakukan
Lewat cara yang sebisaku saja
Ku mencoba meraihnya
Mengapa aku harus terkulai secepat ini?
Sampai sinikah pengharapanku?
Hati teriris - iris 
Seakan tak ada peluang lagi
telah ku coba ku kuatkan tekadku
Kini keyakinan yang baru ku bangun goyah lagi
Aku sedih, aku kecewa
Aku merasa galau dan ingin mencerna kembali
Apa yang dipikirku, perasaanku

Kunamai apa yang ku lihat selama ini
Aku juga ingin lupa
Namun tak bisa jika dipaksa
jadilah aku tertekan sendiri 
dengan diri tersudut, merana, dan kesepian
Aku juga ingin keluar
Dari lubang yang terus mencengkeramku
saat ku dengar sesuatu yang mebuat hati bergolak
aku merintih, aku tersakiti

Huuum...

Ketika kebahagiaan sudah kamu dapatkan, apa yang kamu lakukan???
Tetap menjaganya???
Atau menambahnya???
Dan ketika kamu kehilangan kebahagiaanmu, apa juga yang akan kamu lakukan???
Begitu sulitkah membuatnya??
Begitu sulitkah mendapatkannya??
Bukankah kebahagiaan itu dibuat bukan dicari??
Ketika kamu mencarinya kamu gak akan pernah mendapatkannya.
Ugh...membingungkan.


 

Kamis, 02 September 2010

Cinta ku : Cinta yang Manis dan Sederhana

Cinta ku ini jenis cinta yang manis dan sederhana.
Cinta yang tak menghendaki apa - apa dari yang ku cinta.
Cinta yang penuh kesadaran tak akan pernah memperoleh pemenuhan.
Cinta tanpa tujuan memiliki, apalagimenguasai.
Cinta yang tanpaharapan, tanpa muara.
Tapi tetap terasa manis dalam segala keterbatasannya.


Dan dari semua itu, kadang tak ada yang lebih buruk dari pada saat yang salah dan tempat yang salah.